Rabu, 26 Maret 2014

Di Makassar, Ribuan Orang Menghadiri Bedah Buku Nasional LIDMI “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”


Sebagai salah satu lembaga dakwah mahasiswa di Indonesia, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) yang berpusat di Makassar mengadakan Bedah Buku Nasional “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” pada hari Sabtu, 21 Rabi’ul Akhir 1435H/ 22 Februari 2014.
Acara ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa terhadap para pengikut syiah yang terus mendakwahkan agama sesat mereka.  LDK-LDK yang tergabung dalam LIDMI bermusyawarah menentukan kegiatan yang tepat untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya syiah ini.  Setelah mendengarkan berbagai pertimbangan yang ada, ditetapkanlah Bedah Buku Nasional “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” sebagai kegiatan yang akan diusung.
Bertempat di Masjid Kampus Unhas Makassar, acara bedah buku ini dihadiri ribuan orang.  Lebih dari 1200 peserta laki-laki memenuhi lantai 2 dan 800-an muslimah memenuhi lantai 1.  Sebagian peserta yang lain juga sampai naik ke lantai 3.
Tujuan kegiatan ini, selain untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya syiah, juga untuk membantu MUI dalam mensosialisasikan buku Panduan MUI yang diterbitkan sejak September 2013 lalu.
Pembukaan kegiatan bedah buku nasional ini dimulai pada pukul 08.45 WITA.  Ust. Fahmi Salim, MA selaku perwakilan MUI Pusat memberikan sambutan dan membuka acara ini secara resmi.
Setelah acara pembukaan, bedah buku pun dimulai.  Tiga orang pemateri didaulat sebagai pembedah buku tersebut.
Pemateri pertama yang juga tergabung dalam Tim Penulis MUI, Ust. H. Fahmi Salim, MA, membawakan materi dalam Bab I dan Bab IV buku ini yakni “Sejarah Syi’ah” dan “Respon MUI tentang Faham Syiah”.
Pemateri kedua, Ust. DR. H. Yusri Muh. Arsyad, MA membawakan materi dalam bab II buku ini, “Penyimpangan Ajaran Syi’ah”
Pemateri terakhir, Ust. Rahmat Abd. Rahman, Lc.,MA membawakan materi dalam bab III buku ini, “Pergerakan Syiah di Indonesia dan Penyebarannya”.
Pemaparan materi dari ketiga pembedah buku mengundang antusiasme peserta dan semakin menyadarkan mereka akan bahaya dan kesesatan syiah.
Setelah pemaparan materi, tiga orang penanya dipersilakan menyampaikan pertanyaan untuk dijawab oleh ketiga pemateri.  Tidak semua pertanyaan, khususnya pertanyaan lewat tulisan bisa dijawab mengingat waktu yang sangat terbatas.
Setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Gerakan Makassar Sunni yang disampaikan oleh Ketua LPPI Makassar, KH. Said Abdul Shomad, Lc.
Sumber:

http://fsiriunm.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar